PERKEMBANGAN KONSEP DIRI REMAJA
A.PENGERTIAN KONSEP DIRI
Konsep diri adalah pendapat seseorang tentang
dirinya atau pemahaman seseorang tentang dirinya baik menyangkut kemampuan
mental maupun fisik, prestasi mental maupun fisik ataupun menyangkut segala
sesuatu yang menjadi miliknya yang bersifat material ( William James).
Terjadinya perubahan pada penampilan fisik,
hubungan dengan orang tua dan teman sebaya, serta kemampuan kognitif yang
sangat penting dalam pembentukan konsep diri remaja.
Konsep diri yang positif dalam diri remaja timbul
akibat dari remaja yang memiliki penampilan fisik yang sehat, energik dan
bentuk tubuh yang menawan, hubungan dengan orang tua dan teman sebaya yang
harmonis dan kemampuan kognitif yang tinggi.
Konsep diri menurut para ahli
- Gage dan Berliner
Sebagai keseluruhan dari pemahaman yang dimiliki seorang terhadap
dirinya dan keseluruhan gambaran diri.
- Atwater
Keseluruhan gambaran diri yang termasuk persepsi tentang diri, perasaan,
keyakinan dan nilai-nilai yang berhubungan dengan dirinya.
- pemily
Sebagai sistem yang dinamis dan kompleks dari
keyakinan yang dimiliki seseorang
tentang dirinya termasuk sikap, perasaan, kepercayaan, persepsi, nilai-nilai
dan tingkah laku yang unik dari individu tersebut.
- Epstein, Brim, Bliyth dan Traeger
Sebagai pendapat atau perasaan serta gambaran
seseorang tentang dirinya sendiri baik menyangkut fisik maupun psikis ( sosial,
emosi, moral dan kognitif).
Konsep diri menurut Epstein, Brim, Bliyth dan Traeger
- Konsep diri menyangkut materi
Pendapat seseorang tentang segala sesuatu yang
dimilikinya baik yang menyangkut harta benda maupun bentuk tubuhnya.
- Konsep diri menyangkut sosial
Perasaan seseorang tentang kualitas hubungan
sosialnya dengan orang lain atau
sebaliknya.
- Konsep diri menyangkut emosi
Pendapat seseorang bahwa dia sabar, bahagia,
senang atau gembira, berani dan sebagainya.
- Konsep diri menyangkut moral
Pandangan seseorang tentang dirinya bahwa dia
jujur, bersih, penyayang dan taat beragama.
- Konsep diri menyangkut kognitif
Pendapat seseorang tentang kecerdasan baik
memecahkan masalah maupun prestasi akademik.
B. JENIS-JENIS KONSEP DIRI
Konsep diri dibagi 4 bagian menurut Hurlock
- Konsep diri dasar
meliputi persepsi mengenai penampilan , kemampuan
dan peran status dalam kehidupan, nilai-nilai, kepercayaan, serta aspirasinya serta
cenderung memiliki kenyataan yang sebenarnya dan keadaan ini menetap dalam
dirinya walaupun tempat dan situasi yang berbeda.
- Konsep diri sementara
konsep diri yang sifatnya hanya sementara saja
dijadikan patokan dan akan berubah sesuai dengan tempat dan situasinya dan
terbentuk dari interaksi dengan lingkungan dan biasanya dipengaruhi oleh
suasana hati, emosi dan pengalaman baru yang dilaluinya.
- Konsep diri sosial
timbul berdasarkan cara seseorang mempercayai persepsi orang lain tentang dirinya dan
diperoleh melalui interaksi dengan orang
lain dan merupakan awal mula pembentukan dasar individu.
- Konsep diri ideal
terbentuk dari persepsi seseorang dan keyakinan
oleh apa yang kelak terjadi pada dirinya di masa yang akan datang dan
berhubungan dengan pendapat individu mengenai keadaan fisik dan psikologinya.
Empat konsep yang mendasar tentang konsep diri menurut Strang
·
Konsep
diri yang menyangkut pemahaman seseorang tentang kemampuan peranan dan
penghargaan terhadap diri sendiri.
·
Konsep
diri itu tidak tetap, tetapi terjadi perubahan yang berfluktuasi dari waktu ke
waktu dan dari pengalaman ke pengalaman.
·
Konsep
diri sosial adalah pendapat seseorang atau remaja tentang bagaimana orang lain
memandang dirinya tentang kemampuan sosialnya.
·
Ada
konsep diri ideal dan konsep diri realita
a. konsep diri realita
konsep diri yang benar-benar sesuai dengan
kemampuan dan segala sesuatu yang kenyataannya memang dimiliki seseorang.
b. konsep diri ideal
konsep diri seseorang seperti yang diharapkannya
dan belum tentu sesuai dengan kenyataan atau realita yang sebenarnya dimiliki
seseorang.
Konsep diri yang diharapkan adalah adanya
kesesuaian antara konsep diri ideal dengan konsep diri realita sehingga
seseorang memiliki pendapat tentang dirinya
secara positif dan pantas.
Komponen konsep diri menurut Mc. Candles
- Komponen struktur
dinyatakan sebagai konsep diri yang kaku atau
fleksibel, sederhana atau kompleks, luas atau sempit, akurat atau tidak akurat
yang dapat diukur dari tingkat kesesuaian antara pendapat atau gambaran
seseorang tentang dirinya sendiri dengan pandangan orang lain terhadap diri
orang tersebut.
- Komponen fungsi
bahwa konsep diri mempunyai sejumlah fungsi yaitu
a. fungsi pengarahan atau kontrol
konsep diri menjadi pengarah dalam
bertingkah laku baik bertingkah laku terhadap diri sendiri maupun terhadap
orang lain.
b. fungsi aktualisasi diri
konsep diri dapat mendorong untuk
mengaktualisasikan dirinya sebagaimana orang itu memandangnya.
c. fungsi penilaian
konsep diri memberikan gambaran tentang
diri sendiri yang telah diwarnai oleh penilaian orang lain terhadap dirinya
sendiri.
d. fungsi motivasi
konsep diri memahami dirinya sebagai orang
berprestasi dalam akademis maka dalam belajar ia berusaha bekerja keras untuk
membuktikan bahwa dirinya berprestasi.
o
Komponen
kualitas
C. FUNGSI KONSEP DIRI
Fungsi utama konsep diri menurut Felker D.
a) Konsep diri sebagai pemeliharaan
konsistensi internal (self concept as
maintainer of inner consistency).
Bahwa individu memilih suatu sistem untuk mempertahankan
kesesuaian antara individu dengan lingkungannya
dengan cara menjaga kesesuaian tersebut mungkin dengan menolak dan menerima kenyataan yang
dilontarkan oleh lingkungannya mengenai dirinya atau individu berusaha mengubah
dirinya seperti apa yang diungkapkan lingkungan sebagai cara untuk menjelaskan
kesesuaian dirinya dengan lingkungan.
b) Konsep diri sebagai interprestasi dari
pengalaman (self concept as an interpretation of experience)
Dapat digunakan sebagai penentu tingkah laku yang
dilihat dari bagaimana pengalaman-pengalaman yang dialami dan dinterprestasikan
individu dan biasanya memberi arti tertentu bagi setiap pengalamannya.
c) Konsep diri sebagai suatu kumpulan
harapan-harapan (self concept as set of expectations)
Menentukan apa yang diharapkan individu untuk
terjadi pada dirinya dan mengharapkan orang lain untuk memperlakukan dirinya
sesuai dengan apa yang ia diharapkan.
D. KONSEP DIRI REMAJA YANG SEHAT
Candles (1972) menyatakan bahwa remaja yang
memiliki penilaian diri sendiri tepat menampakkan kehidupan bahagia karena
dapat menerima keberadaan dirinya sendiri apa adanya walaupun kadang-kadang
merasa diri tidak berarti namun pada dasarnya mreka memiliki pandangan yang
positif tentang dirinya.
Menurut Mc. Candles, konsep diri yang sehat adalah
1.Tepat dan sama
konsep diri remaja itu tepat dan sama dengan
kenyataan yang ada pada diri remaja itu sendiri.
Contoh: dapat dilihat dari kemampuan remaja
menjalankan perannya sesuai dengan siapa dirinya seperti remaja laki-laki mampu
memerankan diri baik penampilan, tugas dan tanggung jawabnya sebagai laki-laki
begitu sebaliknya dengan perempuan.
2.Fleksibel
konsep diri yang sehat juga ditandai dengan kefleksibelan atau keluwesan remaja
dalam menjalankan perannya di masyarakat.
Contoh: remaja dapat memerankan peran
sebagai siswa di sekolah seperti konsentrasi
mengerjakan tugas-tugas, menolong kawan dan bekerja sama dalam diskusi.
3.Kontrol diri
mampu mengatur dirinya sesuai dengan standar
bertingkah laku yang telah menjadi miliknya sendiri bukan diatur oleh
keharusan-keharusan dari orang lain.
E. KONSEP DIRI DAN KARIR
Karir yang dipilih seseorang erat kaitannya dengan
tingkat aspirasi dan pilihan karir remaja. Remaja dengan konsep diri sehat
memiliki aspirasi yang tinggi tentang jabatan yang ingin dicapainya. Mereka
ingin memiliki karir dengan tuntutannya kemampuan tinggi seperti dosen yang
berkualitas, manajer atau pimpinan. Remaja dengan konsep diri tinggi memilih
jabatan yang mempunyai status sosial yang tinggi, penghasilan tinggi, dan penuh
tantangan. Mereka tertarik untuk menjadi pimpinan bukan untuk menjadi pekerja
atau bawahan.
F. KONSEP DIRI DAN PRESTASI SEKOLAH
Hubungan konsep diri dan prestasi di
sekolah menurut Thomson dan Marison serta Lecky adalah
Ø Konsep diri yang positif menampilkan
prestasi yang baik di sekolah atau remaja yang berprestasi tinggi di sekolah
memiliki penilaian diri yang tinggi dan juga menunjukkan hubungan antar pribadi
yang positif.
Ø Pentingnya diciptakan situasi sekolah yang
mengembangkan konsep diri yang positif individu siswa yang memungkinkan mereka
mendapatkan penghargaan, sokongan, dan pengakuan dari guru dan teman mereka.
Kougchnet (1979) berpendapat bahwa para siswa
kelas terbuka cenderung memiliki konsep diri lebih tinggi daripada siswa dari
sekolah tradisional karena pada sekolah terbuka bukan hanya di ruangan kelas
saja belajar tapi anak juga belajar kelompok dan melakukan kegiatan di luar
sekolah.
Tingkah laku guru yang yang dapat mengembangkan konsep diri positif siswa
yaitu:
v Guru yang suka memberikan penguatan dan
menciptakan situasi belajar yang memberi kesempatan bagi siswa memperoleh
penguatan.
v Guru yang suka memberikan sokongan dan
menciptakan situasi yang menyebabkan keputusan atau kegiatan siswa tersokong
atau disetujui.
v Guru yang selalu berpikir positif tentang
siswa.
v Guru yang menciptakan situasi yang
memungkinkan siswa merasa sukses melalui pengalaman belajar yang sukses yaitu
belajar dengan siswa aktif.
v Guru yang menghargai usaha siswa melebihi
hasil bukan memberikan penghargaan dari apa yang bukan hasil usaha siswa.
G. KONSEP DIRI DAN PENYESUAIAN SOSIAL
Pengaruh konsep diri terhadap penyesuaian sosial adalah
1) Siswa yang memiliki konsep diri yang
tinggi menampakkan hubungan sosial yang lebih baik daripada siswa yang memiliki konsep diri rendah.
2) Individu siswa yang memiliki konsep diri
rendah lebih mudah terserang kritikan atau penolakan daripada siswa yang
memiliki konsep diri tinggi.
3) Individu siswa dengan konsep diri tinggi
mudah dan sukses dalam melibatkan diri dalam berbagai aktivitas sosial.
4) Individu siswa dengan konsep diri tinggi
merupakan siswa populer dan dalam kegiatan kelompok mereka sangat berhasil
karena berani berpendapat, ide-ide yang cepat muncul dan tidak takut di kritik
oleh orang lain.
H. KONSEP DIRI DAN KENAKALAN REMAJA
Sikap orang tua otoriter dan menghukum dalam
memelihara anak berpengaruh terhadap terbentuknya konsep diri dan kepribadian
kriminal. Oleh karena itu, cara yang tepat adalah memberi kesempatan bagi
remaja memperoleh penerimaan, sokongan dan untuk berprestasi di sekolah,
keluarga maupun di masyarakat dan mendapat penghargaan dalam berbagai
kesempatan.
Remaja yang sering disebut sebagai anak yang
malas, tidak sopan dan hal buruk lainnya akan mencari pertahanan diri dengan
bertingkah laku sombong, bermusuhan, merusak dan tidak mampu mengontrol diri
melakukan kejahatan karena kecewa tidak diinginkan keberadaan dirinya oleh
orang sekitarnya.
I. UPAYA ORANG TUA DAN GURU DALAM MEMBENTUK KONSEP
DIRI
- Lingkungan keluarga
Upaya yang dilakukan oleh orang tua untuk membentuk konsep diri remaja
yakni:
- orang tua suka menonjolkan aspek-aspek positif dari remaja dan meredam kelemahannya
- memberikan kesempatan menyatakan diri baik dalam bentuk ide maupun hasil karya atau penghargaan dan memberikan penghargaan.
- menjauhi sikap suka mencela, menghina apalagi menghukum remaja yang tidak punya kesalahan.
- membentuk konsep diri internal yang sehat dan positif pada diri remaja yang dapat dilihat dari aktivitas dan disiplin yang diarahkan oleh kekuatan dari dalam diri.
- remaja mengekspresikan diri berorientasi internal lebih mudah mengikuti standar bertingkah laku moral.
- Lingkungan sekolah
Situasi sekolah ditunjukkan oleh adanya guru yang menyikapi siswa dengan:
- memberikan penguatan dan menciptakan situasi belajar yang memberi kesempatan bagi siswa memperoleh penguatan
- memberikan sokongan dan menciutkan situasi yang menyebabkan keputusan atau kegiatan siswa tersokong dan disetujui.
- selalu berpikir positif tentang penampilan , prestasi belajar dan permasalahan siswa.
- menciptakan situasi yang memungkinkan siswa merasa sukses melalui pengalaman belajar yang sukses
- menghargai usaha siswa melebihi hasil
- berusaha mengembangkan bakat dan keterampilan para siswa sehingga merasa berguna dan berarti.
- suka menyokong dan memberikan penghargaan bukan mencela dan menyalahkan.
- tidak suka memberikan penilaian sebelum siswanya memahami dan menguasai berbagai konsep yang diajarkan.
- hubungan sosial guru dan siswa yang hangat bukan mengkritik, mencela atau menghukum.
- lingkungan sekolah membuat program-program penampilan fisik yang lebih menarik untuk remaja pria dan wanita.
- lingkungan sekolah yang menimbulkan perasaan sukses dalam diri setiap siswa dengan berbagai cara.
- berpikir positif dalam menilai penampilan fisik dan psikis siswa.
- lingkungan sekolah dapat melakukan terapi psikologis yaitu membicarakan secara rasional perasaan mereka tentang diri mereka dan menghancurkan irrational-believe mereka tentang diri mereka sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar