Sabtu, 15 Juni 2013

konsep diri

PERKEMBANGAN KONSEP DIRI REMAJA


A.PENGERTIAN KONSEP DIRI

Konsep diri adalah pendapat seseorang tentang dirinya atau pemahaman seseorang tentang dirinya baik menyangkut kemampuan mental maupun fisik, prestasi mental maupun fisik ataupun menyangkut segala sesuatu yang menjadi miliknya yang bersifat material ( William James).
Terjadinya perubahan pada penampilan fisik, hubungan dengan orang tua dan teman sebaya, serta kemampuan kognitif yang sangat penting dalam pembentukan konsep diri remaja.
Konsep diri yang positif dalam diri remaja timbul akibat dari remaja yang memiliki penampilan fisik yang sehat, energik dan bentuk tubuh yang menawan, hubungan dengan orang tua dan teman sebaya yang harmonis dan kemampuan kognitif yang tinggi.

Konsep diri menurut para ahli
  1. Gage dan Berliner
Sebagai keseluruhan dari  pemahaman yang dimiliki seorang terhadap dirinya dan keseluruhan gambaran diri.
  1. Atwater
Keseluruhan gambaran diri yang  termasuk persepsi tentang diri, perasaan, keyakinan dan nilai-nilai yang berhubungan dengan dirinya.
  1. pemily
Sebagai sistem yang dinamis dan kompleks dari keyakinan yang  dimiliki seseorang tentang dirinya termasuk sikap, perasaan, kepercayaan, persepsi, nilai-nilai dan tingkah laku yang unik dari individu tersebut.
  1. Epstein, Brim, Bliyth dan Traeger
Sebagai pendapat atau perasaan serta gambaran seseorang tentang dirinya sendiri baik menyangkut fisik maupun psikis ( sosial, emosi, moral dan kognitif).

Konsep diri menurut Epstein, Brim, Bliyth dan Traeger
  1. Konsep diri menyangkut materi
Pendapat seseorang tentang segala sesuatu yang dimilikinya baik yang menyangkut harta benda maupun bentuk tubuhnya.
  1. Konsep diri menyangkut sosial
Perasaan seseorang tentang kualitas hubungan sosialnya dengan orang lain  atau sebaliknya.
  1. Konsep diri menyangkut emosi
Pendapat seseorang bahwa dia sabar, bahagia, senang atau gembira, berani dan sebagainya.
  1. Konsep diri menyangkut moral
Pandangan seseorang tentang dirinya bahwa dia jujur, bersih, penyayang dan taat beragama.
  1. Konsep diri menyangkut kognitif
Pendapat seseorang tentang kecerdasan baik memecahkan masalah maupun prestasi akademik.

B. JENIS-JENIS KONSEP DIRI

Konsep diri dibagi 4 bagian menurut Hurlock
  1. Konsep diri  dasar
meliputi persepsi mengenai penampilan , kemampuan dan peran status dalam kehidupan, nilai-nilai, kepercayaan, serta aspirasinya serta cenderung memiliki kenyataan yang sebenarnya dan keadaan ini menetap dalam dirinya walaupun tempat dan situasi yang berbeda.
  1. Konsep diri sementara
konsep diri yang sifatnya hanya sementara saja dijadikan patokan dan akan berubah sesuai dengan tempat dan situasinya dan terbentuk dari interaksi dengan lingkungan dan biasanya dipengaruhi oleh suasana hati, emosi dan pengalaman baru yang dilaluinya.
  1. Konsep diri sosial
timbul berdasarkan cara seseorang mempercayai  persepsi orang lain tentang dirinya dan diperoleh  melalui interaksi dengan orang lain dan merupakan awal mula pembentukan dasar individu.
  1. Konsep diri ideal
terbentuk dari persepsi seseorang dan keyakinan oleh apa yang kelak terjadi pada dirinya di masa yang akan datang dan berhubungan dengan pendapat individu mengenai keadaan fisik dan psikologinya.

Empat konsep yang mendasar tentang konsep diri menurut Strang
·         Konsep diri yang menyangkut pemahaman seseorang tentang kemampuan peranan dan penghargaan terhadap diri sendiri.
·         Konsep diri itu tidak tetap, tetapi terjadi perubahan yang berfluktuasi dari waktu ke waktu dan dari pengalaman ke pengalaman.
·         Konsep diri sosial adalah pendapat seseorang atau remaja tentang bagaimana orang lain memandang dirinya tentang kemampuan sosialnya.
·         Ada konsep diri ideal dan konsep diri realita
a.       konsep diri realita
konsep diri yang benar-benar sesuai dengan kemampuan dan segala sesuatu yang kenyataannya memang dimiliki seseorang.
b.      konsep diri ideal
konsep diri seseorang seperti yang diharapkannya dan belum tentu sesuai dengan kenyataan atau realita yang sebenarnya dimiliki seseorang.

Konsep diri yang diharapkan adalah adanya kesesuaian antara konsep diri ideal dengan konsep diri realita sehingga seseorang memiliki pendapat  tentang dirinya secara positif dan pantas.

Komponen konsep diri menurut Mc. Candles
  • Komponen struktur
dinyatakan sebagai konsep diri yang kaku atau fleksibel, sederhana atau kompleks, luas atau sempit, akurat atau tidak akurat yang dapat diukur dari tingkat kesesuaian antara pendapat atau gambaran seseorang tentang dirinya sendiri dengan pandangan orang lain terhadap diri orang tersebut.
  • Komponen fungsi
bahwa konsep diri mempunyai sejumlah fungsi yaitu
a.       fungsi pengarahan atau kontrol
konsep diri menjadi pengarah dalam bertingkah laku baik bertingkah laku terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain.
b.      fungsi aktualisasi diri
konsep diri dapat mendorong untuk mengaktualisasikan dirinya sebagaimana orang itu memandangnya.
c.       fungsi penilaian
konsep diri memberikan gambaran tentang diri sendiri yang telah diwarnai oleh penilaian orang lain terhadap dirinya sendiri.
d.      fungsi motivasi
konsep diri memahami dirinya sebagai orang berprestasi dalam akademis maka dalam belajar ia berusaha bekerja keras untuk membuktikan bahwa dirinya berprestasi.
o      Komponen kualitas

C. FUNGSI KONSEP DIRI

Fungsi utama konsep diri menurut Felker D.
a)      Konsep diri sebagai pemeliharaan konsistensi internal (self  concept as maintainer of inner consistency).
Bahwa individu memilih suatu sistem untuk mempertahankan kesesuaian antara individu dengan lingkungannya  dengan cara menjaga kesesuaian tersebut mungkin dengan  menolak dan menerima kenyataan yang dilontarkan oleh lingkungannya mengenai dirinya atau individu berusaha mengubah dirinya seperti apa yang diungkapkan lingkungan sebagai cara untuk menjelaskan kesesuaian dirinya dengan lingkungan.
b)      Konsep diri sebagai interprestasi dari pengalaman (self concept as an interpretation of experience)
Dapat digunakan sebagai penentu tingkah laku yang dilihat dari bagaimana pengalaman-pengalaman yang dialami dan dinterprestasikan individu dan biasanya memberi arti tertentu bagi setiap pengalamannya.

c)      Konsep diri sebagai suatu kumpulan harapan-harapan (self concept as set of expectations)
Menentukan apa yang diharapkan individu untuk terjadi pada dirinya dan mengharapkan orang lain untuk memperlakukan dirinya sesuai dengan apa yang ia diharapkan.

D. KONSEP DIRI REMAJA YANG SEHAT

Candles (1972) menyatakan bahwa remaja yang memiliki penilaian diri sendiri tepat menampakkan kehidupan bahagia karena dapat menerima keberadaan dirinya sendiri apa adanya walaupun kadang-kadang merasa diri tidak berarti namun pada dasarnya mreka memiliki pandangan yang positif tentang dirinya.

Menurut Mc. Candles, konsep diri yang sehat adalah
1.Tepat dan sama
konsep diri remaja itu tepat dan sama dengan kenyataan yang ada pada diri remaja itu sendiri.
      Contoh: dapat dilihat dari kemampuan remaja menjalankan perannya sesuai dengan siapa dirinya seperti remaja laki-laki mampu memerankan diri baik penampilan, tugas dan tanggung jawabnya sebagai laki-laki begitu sebaliknya dengan perempuan.

2.Fleksibel
konsep diri yang sehat juga ditandai  dengan kefleksibelan atau keluwesan remaja dalam menjalankan perannya di masyarakat.
    Contoh: remaja dapat memerankan peran sebagai siswa di sekolah  seperti     konsentrasi mengerjakan tugas-tugas, menolong kawan dan bekerja sama dalam diskusi.

3.Kontrol diri
mampu mengatur dirinya sesuai dengan standar bertingkah laku yang telah menjadi miliknya sendiri bukan diatur oleh keharusan-keharusan dari orang lain.

E. KONSEP DIRI DAN KARIR

Karir yang dipilih seseorang erat kaitannya dengan tingkat aspirasi dan pilihan karir remaja. Remaja dengan konsep diri sehat memiliki aspirasi yang tinggi tentang jabatan yang ingin dicapainya. Mereka ingin memiliki karir dengan tuntutannya kemampuan tinggi seperti dosen yang berkualitas, manajer atau pimpinan. Remaja dengan konsep diri tinggi memilih jabatan yang mempunyai status sosial yang tinggi, penghasilan tinggi, dan penuh tantangan. Mereka tertarik untuk menjadi pimpinan bukan untuk menjadi pekerja atau bawahan.


F. KONSEP DIRI DAN PRESTASI SEKOLAH

Hubungan konsep diri dan prestasi  di sekolah menurut Thomson dan Marison serta Lecky adalah
Ø  Konsep diri yang positif menampilkan prestasi yang baik di sekolah atau remaja yang berprestasi tinggi di sekolah memiliki penilaian diri yang tinggi dan juga menunjukkan hubungan antar pribadi yang positif.
Ø  Pentingnya diciptakan situasi sekolah yang mengembangkan konsep diri yang positif individu siswa yang memungkinkan mereka mendapatkan penghargaan, sokongan, dan  pengakuan dari guru dan teman mereka.

Kougchnet (1979) berpendapat bahwa para siswa kelas terbuka cenderung memiliki konsep diri lebih tinggi daripada siswa dari sekolah tradisional karena pada sekolah terbuka bukan hanya di ruangan kelas saja belajar tapi anak juga belajar kelompok dan melakukan kegiatan di luar sekolah.

Tingkah laku guru yang yang dapat mengembangkan konsep diri positif siswa yaitu:
v  Guru yang suka memberikan penguatan dan menciptakan situasi belajar yang memberi kesempatan bagi siswa memperoleh penguatan.
v  Guru yang suka memberikan sokongan dan menciptakan situasi yang menyebabkan keputusan atau kegiatan siswa tersokong atau disetujui.
v  Guru yang selalu berpikir positif tentang siswa.
v  Guru yang menciptakan situasi yang memungkinkan siswa merasa sukses melalui pengalaman belajar yang sukses yaitu belajar dengan siswa aktif.
v  Guru yang menghargai usaha siswa melebihi hasil bukan memberikan penghargaan dari apa yang bukan hasil usaha siswa.

G. KONSEP DIRI DAN PENYESUAIAN SOSIAL

Pengaruh konsep diri terhadap penyesuaian sosial adalah
1)      Siswa yang memiliki konsep diri yang tinggi menampakkan hubungan sosial yang lebih baik daripada siswa yang  memiliki konsep diri rendah.
2)      Individu siswa yang memiliki konsep diri rendah lebih mudah terserang kritikan atau penolakan daripada siswa yang memiliki konsep diri tinggi.
3)      Individu siswa dengan konsep diri tinggi mudah dan sukses dalam melibatkan diri dalam berbagai aktivitas sosial.
4)      Individu siswa dengan konsep diri tinggi merupakan siswa populer dan dalam kegiatan kelompok mereka sangat berhasil karena berani berpendapat, ide-ide yang cepat muncul dan tidak takut di kritik oleh orang lain.

H. KONSEP DIRI DAN KENAKALAN REMAJA

Sikap orang tua otoriter dan menghukum dalam memelihara anak berpengaruh terhadap terbentuknya konsep diri dan kepribadian kriminal. Oleh karena itu, cara yang tepat adalah memberi kesempatan bagi remaja memperoleh penerimaan, sokongan dan untuk berprestasi di sekolah, keluarga maupun di masyarakat dan mendapat penghargaan dalam berbagai kesempatan.
Remaja yang sering disebut sebagai anak yang malas, tidak sopan dan hal buruk lainnya akan mencari pertahanan diri dengan bertingkah laku sombong, bermusuhan, merusak dan tidak mampu mengontrol diri melakukan kejahatan karena kecewa tidak diinginkan keberadaan dirinya oleh orang sekitarnya.


I. UPAYA ORANG TUA DAN GURU DALAM MEMBENTUK KONSEP DIRI

  1. Lingkungan keluarga

Upaya yang dilakukan oleh orang tua untuk membentuk konsep diri remaja yakni:
    1. orang tua suka menonjolkan aspek-aspek positif dari remaja dan meredam kelemahannya
    2. memberikan kesempatan menyatakan diri baik dalam bentuk ide maupun hasil karya atau penghargaan dan memberikan penghargaan.
    3. menjauhi sikap suka mencela, menghina apalagi menghukum remaja yang tidak punya kesalahan.
    4. membentuk konsep diri internal yang sehat dan positif pada diri remaja yang dapat dilihat dari aktivitas dan disiplin yang diarahkan oleh kekuatan dari dalam diri.
    5. remaja mengekspresikan diri berorientasi internal lebih mudah mengikuti standar bertingkah laku moral.

  1. Lingkungan sekolah

Situasi sekolah ditunjukkan oleh adanya guru yang menyikapi siswa dengan:
    1. memberikan penguatan dan menciptakan situasi belajar yang memberi kesempatan bagi siswa memperoleh penguatan
    2. memberikan sokongan dan menciutkan situasi yang menyebabkan keputusan atau kegiatan siswa tersokong dan disetujui.
    3. selalu berpikir positif tentang penampilan , prestasi belajar dan permasalahan siswa.
    4. menciptakan situasi yang memungkinkan siswa merasa sukses melalui pengalaman belajar yang sukses
    5. menghargai usaha siswa melebihi hasil
    6. berusaha mengembangkan bakat dan keterampilan para siswa sehingga merasa berguna dan berarti.
    7. suka menyokong dan memberikan penghargaan bukan mencela dan menyalahkan.
    8. tidak suka memberikan penilaian sebelum siswanya memahami dan menguasai berbagai konsep yang diajarkan.
    9. hubungan sosial guru dan siswa yang hangat bukan mengkritik, mencela atau menghukum.
    10. lingkungan sekolah membuat program-program penampilan fisik yang lebih menarik untuk remaja pria dan wanita.
    11. lingkungan sekolah yang menimbulkan perasaan sukses dalam diri setiap siswa dengan berbagai cara.
    12. berpikir positif dalam menilai penampilan fisik dan psikis siswa.
    13. lingkungan sekolah dapat melakukan terapi psikologis yaitu membicarakan secara rasional perasaan mereka tentang diri mereka dan menghancurkan irrational-believe mereka tentang diri mereka sendiri.